Select Menu

Nasional

Bogor

Politik

Hukum

Pendidikan

Sport

Ekonomi

Sektor Pendidikan Serap APBD Terbesat TA 2015

http://publikasinews.blogspot.com/
detakbogor.com, Babakanmadang - Porsi terbesar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor TA 2015 termakan belanja di sektor pendidikan dengan anggaran sebesar Rp1,7 triliun. Kedua diserap anggaran infrastruktur sebesar Rp700 miliar dan ketiga dialokasikan di sektor kesehatan sebesar Rp400 miliar.

“Anggaran pendidikan terbesar di sektor belanja pegawai dengan harapan peningkatan kualitas guru sebesar Rp1,2 triliun. Khususnya peningkatan IPM yang terbesar disumbangkan dunia pendidikan,” demikian di paparkan anggota Badan Anggaran dari Partai Hanura, Hendrayana di Gedung SLDC Babakanmadang, Senin (17/11).

Anggaran kesehatan sebesar Rp400 miliar terbesar dialokasikan pada belanja jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sebesar Rp97 miliar. Anggaran itu dialokasikan bagi 368 ribu masyarakat miskin. Dengan peningkatan APBD 2015 itu, Hendrayana berharap kualitas pelayanan jajaran birokrasi Pemkab Bogor dapat lebih baik bagi masyarakat.

“Dari tahun ke tahun anggaran Jamkesda ini naik. Dari 1,4 juta warga miskin, 368 ribu warga itu yang ditanggung Jamkesda, sementara sisanya telah ditanggung pemerintah pusat melalui Jamkesmas,” tandasnya.

Pada Anggaran Tahun 2015, APBD ditargetkan mencapai Rp5,7 triliun dengan pendapatan asli Rp1,6 triliun. "Ini membuktikan kemampuan keuangan Kabupaten Bogor sangat baik dengan porsi 30 persen lebih kalau diukur dari kemampuan keuangan,” kata Hendrayana. (Zack)

RY : Saya Akan Bangun Kabupaten Bogor Sebagai Kabupaten Termaju Di Indonesia

CIBINONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menyetujui Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) Bupati Bogor periode 2008-2013,dan persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD tahun anggaran 2013 menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor.

Persetujuan ini dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor bersama Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman, di ruang rapat Paripurna, Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (30/9). Persetujuan ini ditandai dengan penandatanganan keputusan bersama oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor Mochammad Hanafi dan Bupati Bogor Rachmat Yasin.
LKPJ–AMJ telah disampaikan oleh Bupati Bogor dalam rapat paripurna yang diselenggarakan pada 19 Agustus beberapa waktu lalu, serta penjelasan mengenai nota keuangan perubahan APBD tahun anggaran 2013 telah disampaikan oleh Bupati pada 16 September lalu. Dalam perubahan APBD tahun 2013 rencana penerimaan pendapatan daerah yang semula diperkirakan sebesar 4 triliun 223 miliar 385 juta 97 ribu rupiah, akan naik menjadi 4 triliun 336 miliar 77 juta 906 ribu rupiah, sedangkan belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar 4 triliun 914 miliar 826 juta 646 ribu rupiah, juga akan naik menjadi 5 triliun 49 miliar 501 juta 299 ribu rupiah.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Mochammad Hanafi berpesan, agar perubahan anggaran ini dapat dipakai secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memaksimalkan kinerja demi pembangunan Kabupaten Bogor. “Dengan adanya perubahan anggaran ini, diharapkan dapat diserap semaksimal mungkin untuk kinerja yang maksimal dalam membangun Kabupaten Bogor,”harapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Bupati Bogor Rachmat Yasin. Saat menyampaikan pendapat akhirnya dihadapan para anggota dewan, ia berjanji akan membangun Kabupaten bogor menjadi lebih baik lagi kedepannya. “Lima tahun kedepan saya akan bangun Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia,”janjinya.
Bupati juga mengungkapkan, masih adanya kekurangan dalam pembangunan Kabupaten Bogor akan dijadikan motivasi dalam membangun Kabupaten bogor kedepannya. “Segala kekurangan akan kami jadikan motivasi agar pembangunan Kabupaten Bogor dapat mencapai sasaran,”ungkapnya.

Raya Programkan Akte Kelahiran Gratis

detakbogor.com - Cabup RY akan menggratiskan akte kelahiran bagi masyarakat bumi "Tegar Beriman" apabila terpilih kembali untuk periode 2013-2018. Dalam orasinya saat kampanye hari ke-8 di zona utara, RY menegaskan apabila selama ini untuk membuat akte lahir harus bayar karena aturannya berkaitan dengan denda di pengadilan.

Maka, setelah aturan tersebut dicabut, per tahun 2015, pemerintah akan menggratiskan pengurusan akte. Terlebih, kata RY, akte sangat dibutuhkan untuk mengurus berbagai hal, termasuk masuk sekolah, keperluan persyaratan naik haji hingga pinjaman ke bank.

"Akte itu wajib ga?" tanya RY kepada warga. Lalu dijawab oleh warga, "Wajib".
"Kalau wajib, kenapa dipersulit? Allah saja tidak mempersulit kita untuk shalat. Kenapa akte ga gratis. Kalau dulu bayar karena aturannya ada pengadilan bagi yang telat, setelah dicabut aturannya nih, kita buat aturan baru biar akte kelahiran gratis," katanya.

RY menjelaskan, pemerintah akan dibantu anggota DPRD untuk membuat aturan dan memberikan jaminan sehingga masyarakat bisa merasakan akte lahir.

Dalam kesempatan tersebut, RY didampingi oleh Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Ketua DPC PPP Ade Munawaroh Yasin, Ketua DPD PKS Ajid Muslim, Ketua DPC Hanura Hendrayana, Ketua Fraksi PPP Teuku Hanibal, Anggota DPRD Rifdian Surya Dharma, anggota DPRD dari PAN Sumaryono, serta pengurus PKPI Kabupaten Bogor.

Yoyoh, salah seorang warga Kampung Sasak Panjang, RT 03/RW 09, Desa Sasak Panjang menyambut baik janji tersebut. Menurutnya, program yang dicetuskan tersebut akan sangat membantu warga, terutama yang kurang mampu.
"Kalau bisa gratis, malah baguslah. Ngebantu banget buat yang butuh. Semoga terwujud," ucapnya.

RY juga berjanji akan membuat aturan bersama DPRD untuk memberikan aturan batas minimum guru honorer. Menurut dia, tidak boleh ada diskriminasi bagi guru, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun honorer. Pasalnya, keduanya sama-sama mendidik anak-anak generasi penerus bangsa. "Tidak boleh lagi ada guru honor yang gajinya Rp 150 ribu. Minimal Rp 500 ribu," ucapnya.

Pemda akan membantu menambah subsidi bagi yayasan swasta yang belum mampu membayar batas minimum honorer. "Kita mau agar guru-guru honorer bisa fokus ngajarnya. Ga mikiran macem-macem buat dapur. Kalau kesejahteraan terjamin, mereka akan mengajar lebih fokus sehingga anak-anak kita belajar dengan lebih baik," paparnya.

Calon Wali Kota Bogor Berjualan Sayur

detakbogor.com - Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3 Achmad Ru'yat yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memulai kampanye perdana dengan berjualan sayur-mayur, Kamis (29/8/2013).

Achmad Ru'yat mengawali kampanye hari pertamanya di Kampung Cibalok, RT 03/01, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Bogor Timur.

Kampanye yang digelar calon incumbent ini cukup unik, Ia berjualan sayur-mayur seperti kangkung, wortel, dan kol. Warga yang akan membeli sayur cukup membawa botol plastik kosong.

Botol kosong ditukarkan dengan sayur-mayur yang disiapkan Ru'yat. Layaknya berjualan, Ru'yat cukup antusias melayani warga yang akan membeli sayur.

"Ini kampanye sekaligus edukasi kepada warga untuk mengonsumsi sayur dan memisahkan antara sampah organik dan non organik. kegiatan ini juga mengkampanyekan Go Green" ujar Ru'yat.

Sat Narkoba Polres Bogor Kota Tangkap 8 Orang Pengedar Narkoba

detakbogor.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor Kota dalam 24 hari berhasil menangkap 8 Orang Pengedar Narkoba di wilayah Kota Bogor. Masing-masing pelaku berinisial AS, D, MT, YS, NH, RLP, AN, dan IH. Adapun Penangkapan ini dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 28 Agustus 2013.

Dari kedelapan orang pelaku kasus Narkoba, 4 Orang diantaranya merupakan Bandar dan sisanya merupakan Pengedar, dimana salah satu dari Bandar tersebut merupakan seorang Perempuan yang suaminya saat ini sedang menjalani proses hukuman di LP. Paledang karena kasus Narkoba.

Lokasi penangkapan dari kedelapan Pelaku dilakukan disejumlah wilayah, yakni di Sektor VI Perumahan Taman Yasmin, Simpang Pomad, Depan Alfamart Cikaret, Food Court Mall BTM, Depan Pejagalan Jl. Pemuda serta di Jl. Sindangrasa Bogor Timur.

“Barang bukti cukup lengkap, ada Putaw, Shabu-Shabu, maupun Ganja.” Kata Kapolres Bogor Kota, AKBP. Bahtiar Ujang Purnama, S.IK, M.Si

Barang Bukti yang disita dari pelaku, jelas AKBP Bahtiar diantaranya ;
- 1 Bungkus Kertas berisikan Narkotika jenis Ganja seberat 2 gram dari tangan AS
- 1 Bungkus Plastik Kecil berisikan Narkotika jenis Putaw seberat 0,5 gram yang disita dari tangan D
- 1 Bungkus Kertas Sedang berisikan Narkotika jenis Ganja seberat 50 gram yang disita dari MT
- 2 Bungkus Kertas berisikan Narkotika jenis Ganja seberat 18,6 gram yang disita dari YS
- 1 Bungkus Plastik Klip Kecil Narkotika jenis Shabu-Shabu seberat 0,2 gram yang disita dari NH
- 2 Bungkus Kertas berisikan Narkotika jenis Ganja seberat 7 gram yang disita dari RLP
- Serta 8 Linting Narkotika jenis Ganja seberat 8 gram yang disita dari AN dan IH.

Kini kedelapan Pelaku ditahan di Rumah Tahanan Khusus Narkoba di Mapolres Bogor Kota, Jl. Kapten Muslihat No. 18 Kota Bogor untuk proses Penyidikan lebih lanjut oleh Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor Kota.

"Mereka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Subsider 111 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Pidana Penjara paling singkat 6 Tahun dan paling lama 20 Tahun, tandas AKBP Bahtiar.

RaYa Bertekad Sejahterakan Petani

detakbogor.com - Hari ke tujuh masa kampanye Pilbup Bogor 2013, Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Bogor Rachmat Yasin (RY) dan Hj.Nurhayanti, kembali menyusuri pelosok wilayah Barat Kabupaten Bogor, Kamis (29/8).

Kali ini, RY blusukan ke Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Sukajaya dan Cigudeg. Sementara Yanti menelusuri Kecamatan Cibungbulang dan Pamijahan. Yang menarik, di semua lokasi yang dikunjungi kedua calon pemimpin daerah tersebut, masyarakat menyambut dengan antusias.

Di bawah terik matahari yang sangat panas, Hj.Nurhayanti tetap bersemangat menyambagi para petani yang sedang beraktifitas menanam padi di persawahan Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan. Kedatangan birokrat senior itu membuat para petani berebut untuk berjabat tangan.

"Doain ibu-ibu supaya saya terpilih menjadi wakil bupati Bogor mendampingi Pak Rachmat Yasin, insyaAllah kami akan berjuang untuk para petani di wilayah Pamijahan agar menjadi lebih sejahtera," ujar Nurhayanti saat berdialog dengan petani, kemarin.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Bogor, wilayah barat merupakan salah satu zona agraris di Kabupaten Bogor. Dan hingga kini, pertanian di Bogor Barat masih menjadi kebanggaan Pemerintah Daerah. "Selama pemerintahan pak Rachmat yasin bantuan untuk petani sudah dilakukan, baik bibit, pupuk, bahkan fasilitas penunjang lainnya. Kalau para petani ingin terus diperhatikan, coblos nomer tiga ya," tuturnya.

Sosok Nurhayanti memang sudah tidak asing dimata masyarakat Bogor Barat. Selama roadsow di wilayah Pamijahan dan Cibungbulang, berkali-kali mantan Sekda Kabupaten Bogor, itu turun dari kendaraannya sekedar untuk bersalaman. "Orang Bogor Barat mah dulur kabih (saudara semua, red)," kata Nurhayanti menggunakan bahasa Sunda.

Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat Bogor Barat harus memilih pasangan nomer tiga. Selain sudah teruji cabup dan cawabup Bogor pasangan Raya putra asli daerah. "Makanya, jangan lupa pilih nomer tiga, Bogor Barat pasti sejahtera," pungkasnya.

 Biayai Anak Putus Sekolah

Sementara itu, saat melakukan kampanye simpatik ke Pasar Leuwiliang, Cabup RY mendapati anak-anak putus sekolah yang sedang berdagang kantong plastik. Awalnya, ia menemui Igum (12). Igum tampak kaget dan menangis melihat bupati dan rombongan. Lalu RY memeluknya. "Jangan takut. Daek teu sakola deui?," ucap RY.

Igum pun terdiam. Lalu ia mulai menjawab, "Daek Pak,". RY berjanji membiayai sekolah dan kebutuhan Igum. "Engke bapak nu ngajamin. Ulah sieun ka bapak. Sakola deui nyia. Ditanggung ku bapak," janjinya. Lalu disambut tepuk tangan dan teriakan, "Hidup Rachmat Yasin," oleh masyarakat sekitar.

Ia pun meminta tolong kepada Kepala Unit Pasar Leuwiliang. "Tolong didata ya. Namanya, anak siapa, alamatnya dimana. Nanti laporkan ke saya. Biar saya yang tanggung semuanya," kata dia.

RY lalu melanjutkan perjalanan, dan bertemu lagi dengan Seldi (12) dan Nurdin (13). Mereka tampak bingung dengan keramaian pasar kali itu. RY pun menghentikan langkah dan menanyakan anak-anak tersebut. "Kunaon didieu? Teu sakola deui?," ucap RY. Seldi pun menjawab, "Teu sakolah," ungkapnya.

RY melanjutkan perbincangan, "Kunaon teu sakola? Teu boga biaya?," ucapnya. Nurdin pun menjawab, "Teu boga duit pak,". Nurdin menjelaskan, sudah setahun belakangan ia bekerja sebagai pedagang plastik. Setiap harinya ia bekerja dari pukul 07:00 hingga 10:00 WIB. Ia mengaku berhenti ketika duduk di Kelas 6 SDN Cimanggu, Desa Cibatok, Kecamatan Leuwisadeng. "Bapak udah ga punya duit," akunya.

Nasib serupa juga dialami Kodih dan Barkah. Kedua anak berusia 13 tahun tersebut masih ingin melanjutkan sekolah. "Kalau dibiayain mau aja sekolah lagi," aku Kodih.
Demikian juga dengan anak-anak lainnya, Fahru (15), Aib (10), Ade (10), Dedi (17), Ridwan (12), Ifandi (13), Ranu Galih (13), Firli Andriandi (14). Kepada Dedi, RY berpesan untuk melanjutkan sekolahnya di tataran SMA. Dedi mengaku berhenti sekolah seusai SMP.

"Boleh kamu kerja begini sekarang. Tapi nanti kalau punya anak dan istri mau dikasih makan apa mereka? Jangan sampai tidak sekolah. Minimal kamu bisa bekerja lebih baik. Naikkan derajat hidup yah. Kudu sakola deui," jelas RY.

RY juga berbelanja bumbu dapur dan tempe yang dibagi-bagikannya kepada pengunjung pasar. Dewi, seorang ibu rumah tangga yang kebetulan lewat dan mendapat bumbu dapur mengaku senang dengan kedatangan cabup tersebut.

Konvoi RY didampingi partai politik koalisi diantaranya Golkar, PKS, Demokrat, PAN dan Hanura berlanjut ke RT 07/RW 04, Kampung Sadeng Pasar, Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng.

Lalu menuju Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Di sana, ia mengunjungi poskamdes dan lautan warga yang sudah menantinya sejak pagi. Nurlela, warga RT 02/RW 06, Jalan Kampung Pakapuran, Desa Parakan Muncang ini misalnya. Meski menanti sejak pukul 08:00 WIB, ia merasa puas sudah bisa menyaksikan langsung wajah RY. "Ganteng kayaq di TV," ucapnya.

Selanjutnya, ia berorasi di Lapangan Pasirbendera di Kampung Pasirbendera, Desa Kiarasari di Kecamatan Sukajaya. Di hadapan warga, ia berjanji untuk memperbaiki jalan yang rusak di Sukajaya. Menurutnya, perhatian dan rasa cintanya kepada Kiarasari sangatlah besar. Bahkan, sudah berkali-kali ia berkunjung ke lokasi tersebut.

Ia juga meminta dukungan masyarakat untuk kemenangan Raya yang diusung 10 parpol dalam Koalisi Besar Kerahmatan. "Di Kiarasari mah 90 persen. Bagi saeutik ku nu sejen nyia. Teu nanaonlah," ungkapnya.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi memastikan bahwa Kiarasari akan berjuang habis-habisan bagi Raya. "Langsung Coblos Nomor 3. Ulah palah-pilih deui," ujar Jaro Ade, sapaan akrabnya.

Di titik akhir kampanye, tepatnya Lapangan Cipatat, Kampung Cipatat, Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, RY mengingatkan warga untuk berhati-hati pada sabotase lawan politik yang akan mempengaruhi masyarakat untuk tidak mencoblos nomor 3. "Kudu datang ka TPS. Nyoblos Nomor 3," tandasnya.

Cawabup Nurhayanti Janji Bangun Masjid Raya Di Setiap Kecamatan

detakbogor.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Bogor Rachmat Yasin dan Nurhayanti (RaYa) berjanji akan membangun masjid raya di 40 kecamatan se Kabupaten Bogor jika pada 8 September mendatang masyarakat pemilik hak pilih memberikan suaranya kepada pasangan RaYa dengan nomor urut tiga.

Hal itu ditegaskan Cawabup Nurhayanti di hadapan ratusan ibu-ibu jamaah majelis ta’lim yang memadati kediaman pimpinan Yayasan Thorikussalam, H.kaman Ali Akbar, di Perum Ciriung Permai, RT 04/ 04, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Rabu (28/8). Turut hadir di lokasi ini, sesepuh dan ulama Ciriung, Kiyai H.Abdul Fatah.

"InsyaAllah, apabila Pak Rachmat Yasin (RY) dan saya dipercaya oleh masyarakat, termasuk warga Ciriung, untuk memimpin Kabupaten Bogor periode 2013-2018, kami akan membangun masjid 'Raya' di setiap kecamatan," ucap Yanti yang disambut aplus warga.

Tidak hanya masjid yang akan dibangun di seluruh kecamatan, pasangan Raya pun akan mewujudkan rumah sakit umum daerah (RSUD) di lima zona. "Untuk masalah kesehatan, di lima wilayah yakni, bogor barat, timur, utara selatan dan tengah sudah dibangun rumah sakit. Nanti, apabila kami dipilih, kami akan membangun RSUD di wilayah utara Kabupaten Bogor," tegasnya.

Di hari keenam masa kampanye Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor, pasangan RaYa, kembali menyambangi masyarakat di kampung-kampung. Cabup Rachmat Yasin mendapatkan giliran berkampanye di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Cianjur dan daerah pelosok, yaitu Kecamatan Sukamakmur, Jonggol dan Gunung Putri.

Sementara Cabup RY dalam kampanye di Sukamakmur menegaskan komitmennya untuk membangun wilayah Timur Kabupaten Bogor. RY berjanji di periode kedua masa jabatannya nanti, akan terus memberikan jaminan untuk kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di kawasan timur. “Sebab, jaminan pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat untuk mencapai hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Ditegaskannya lagi, pembangunan Jalur Sentul-Istana Cipanas atau Poros Tengah Timur akan terus dilanjutkan di tahun-tahun yang akan datang. "Insya Allah kalau demikian, maka duit bakal datang ke Sukamakmur. Kita undang investor dengan jalan yang lebar sehingga masyarakat Sukamakmur tidak ada lagi yang pengangguran," imbuhnya.

Sementara di Lapangan Cikeas, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, tak jauh dari Puri Cikeas, kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, RY menegaskan, tidak akan tinggal diam dan akan selalu melakukan inovasi bagi rakyat. "RY moal cicingeun dan ngabantu naon wae nu dibutuhkeun warga Gunung Putri. Insya Allah engke hal-hal anu wajib, termasuk KTP gratis," janjinya.

Dan setibanya di Lapangan Jeprah, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol. RY langsung disambut warga setempat dengan tarian barongsai. Selain itu, hadir memberikan dukungan dan doa restu, KH Neneng Gojali Thoyib. RY berharap masyarakat Jonggol bisa terus mendukungnya di pilkada 8 September 2013 mendatang seperti pilkada 2008 lalu.

Jokowi Siap Berkampanye Untuk Karfat

detakbogor.com - Calon Bupati Bogor Karyawan Faturrachman mendatangi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (27/8/213) untuk belajar langsung tentang bagaimana memenangkan pemilihan kepala daerah. Selain itu, mengajak Jokowi-sapaan Gubernur DKI Jakarta- untuk ikut dalam kampanye yang akan digelar pada 1 September mendatang.

Karyawan Faturrachman secara khusus menemui Jokowi di kantor Balaikota Pemprov DKI Jakarta di Jalan Merdeka Selatan, didampingi sejumlah tim suksesnya. “Sebagai calon bupati, Karyawan ingin menimba pengetahuan dari Jokowi yang berhasil memenangkan pemilihan gubernur di Jakarta,” kata Mustar Bonaventora, salah seorang tim sukses Karyawan Faturrachman.

Menurut Mustar, kedatangan Karyawan ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Jokowi yang sudah diagendakan sebelumnya. Pertemuan sendiri berlangsung sejak pukul 15.00 wib sampai pukul 16.30 wib. “Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan. Karena, Jokowi  juga kader PDI Perjuangan,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, kata Mustar ada sejumlah persoalan yang dibicarakan. “Yang jelas, karena saat ini Pak Karyawan mencalonkan diri sebagai calon Bupati Bogor, maka beliau ingin belajar langsung dari Pak Jokowi yang punya pengalaman dalam pemilihan kepala daerah. Banyak sekali hal-hal yang bisa ditiru dari pembicaraan tersebut dalam menghadapi pemilihan Bupati Bogor,” katanya.

Selain itu, kata Mustar, juga disampaikan agar Jokowi ikut dalam kampanye yang akan dilaksanakan pada Minggu, 1 September mendatang di wilayah Kab. Bogor. “Pak Jokowi menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam kampanye nanti,” ujarnya.

Persoalan lain, yakni mengenai pola pembangunan kedua daerah antara Kab. Bogor dengan DKI Jakarta, sebagai dua daerah yang saling berdampingan. Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan bagaimana melakukan sinergisitas pembangunan kedua daerah. “Secara geografis, Kab. Bogor dan DKI Jakarta berdekatan, dan memiliki keterkaitan. Sehingga diperlukan kesepahaman dalam melaksanakan pembangunan ke depan,” jelas Mustar.

Berbagai persoalan, terjadi saling keterkaitan kedua daerah. Misalnya saja banyaknya warga Kab. Bogor yang bekerja di Jakarta, tentu masalah ini menyangkut bagaimana membangun transportasi antar kedua daerah.  Hal serupa terkait sinergisitas dalam infrastruktur lainnya.

“Harus kita akui, berbagai persoalan pembangunan, ada keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan. Intinya, bagaimana terjadi hubungan yang bagus antara kedua daerah, kemudian juga terjadi sinergi dalam pola pembangunan,” kata Mustar.

Tujuan utama dari pertemuan kedua orang tersebut, tentu bagi masyarakat baik di Kab. Bogor maupun di DKI Jakarta. Sehingga pola pembangunan yang dibangun ke depan tidak lagi dikotomi. Melainkan, bagaimana membangun dengan sama visi, sehingga sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di kedua daerah.

Mengenai jadwal kampanye pasangan nomor empat Karyawan Faturrachman-Adrian Aria Kusumah yang diusung PDI Perjuangan, kata Mustar, dengan adanya persetujuan Jokowi untuk ikut dalam kampanye pasangan nomor empat, maka diharapkan menjadi motivasi dan dukungan untuk memenangkan pemilihan pada 8 September mendatang