detakbogor.com, Babakanmadang - Porsi terbesar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor TA 2015 termakan belanja di sektor pendidikan dengan anggaran sebesar Rp1,7 triliun. Kedua diserap anggaran infrastruktur sebesar Rp700 miliar dan ketiga dialokasikan di sektor kesehatan sebesar Rp400 miliar.
“Anggaran pendidikan terbesar di sektor belanja pegawai dengan harapan peningkatan kualitas guru sebesar Rp1,2 triliun. Khususnya peningkatan IPM yang terbesar disumbangkan dunia pendidikan,” demikian di paparkan anggota Badan Anggaran dari Partai Hanura, Hendrayana di Gedung SLDC Babakanmadang, Senin (17/11).
Anggaran kesehatan sebesar Rp400 miliar terbesar dialokasikan pada belanja jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sebesar Rp97 miliar. Anggaran itu dialokasikan bagi 368 ribu masyarakat miskin. Dengan peningkatan APBD 2015 itu, Hendrayana berharap kualitas pelayanan jajaran birokrasi Pemkab Bogor dapat lebih baik bagi masyarakat.
“Dari tahun ke tahun anggaran Jamkesda ini naik. Dari 1,4 juta warga miskin, 368 ribu warga itu yang ditanggung Jamkesda, sementara sisanya telah ditanggung pemerintah pusat melalui Jamkesmas,” tandasnya.
Pada Anggaran Tahun 2015, APBD ditargetkan mencapai Rp5,7 triliun dengan pendapatan asli Rp1,6 triliun. "Ini membuktikan kemampuan keuangan Kabupaten Bogor sangat baik dengan porsi 30 persen lebih kalau diukur dari kemampuan keuangan,” kata Hendrayana. (Zack)
“Anggaran pendidikan terbesar di sektor belanja pegawai dengan harapan peningkatan kualitas guru sebesar Rp1,2 triliun. Khususnya peningkatan IPM yang terbesar disumbangkan dunia pendidikan,” demikian di paparkan anggota Badan Anggaran dari Partai Hanura, Hendrayana di Gedung SLDC Babakanmadang, Senin (17/11).
Anggaran kesehatan sebesar Rp400 miliar terbesar dialokasikan pada belanja jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sebesar Rp97 miliar. Anggaran itu dialokasikan bagi 368 ribu masyarakat miskin. Dengan peningkatan APBD 2015 itu, Hendrayana berharap kualitas pelayanan jajaran birokrasi Pemkab Bogor dapat lebih baik bagi masyarakat.
“Dari tahun ke tahun anggaran Jamkesda ini naik. Dari 1,4 juta warga miskin, 368 ribu warga itu yang ditanggung Jamkesda, sementara sisanya telah ditanggung pemerintah pusat melalui Jamkesmas,” tandasnya.
Pada Anggaran Tahun 2015, APBD ditargetkan mencapai Rp5,7 triliun dengan pendapatan asli Rp1,6 triliun. "Ini membuktikan kemampuan keuangan Kabupaten Bogor sangat baik dengan porsi 30 persen lebih kalau diukur dari kemampuan keuangan,” kata Hendrayana. (Zack)





Tidak ada komentar: