Kota Bogor - Pemerintah Kota Bogor berencana membangun IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) dan jaringan perpipaan Air Limbah untuk mengubah prilaku masyarakat dalam membuang limbah sembarangan.
Untuk mewujudkan rencana proyek besar tersebut Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor menggelar sosialisasi tentang DED (Detailed Engineering Design) Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan jaringan perpipaan Air Limbah di Hotel di Amaris Hotel Jalan Pajajaran No 25 Kota Bogor, Kamis (3/10/2013)
Sosialisasi dibuka Wakil Walikota Bogor Achmad Ru”yat dan dihadiri Reza Pratama Satuan kerja Jabotebak pihak Kementrian PU dan Edy Suhana dari Tim Leader dan Consultan PT. Kanta Karya Utama.
Kepala Bappeda Kota Bogor Hari Sucahyo menjelaskan, bahwa latar belakang dari pembangunan IPAL dan jaringan perpipaan air limbah karena satu dari dua puluh penduduk buang air besar di area terbuka, biasanya disungai atau saluran drainase. Tiga dari lima penduduk masih menggunakan fasilitas pengelolaan air limbah membuang langsung ke saluran dainase atau air permukaan.
Selain itu, kata Hari, kurang dari sepersepuluh rumah tinggal melakukan penyedotan lumpur tinja yang terakumulasi pada system setempat atau sebagian besar adalah cubluk dan dibuang ke IPAL Tegal Gundil dengan menggunakan truk tinja yang digunakan oleh jasa swasta atau pemerintah.
Sisanya, dikumpulkan dan dibawa secara manual sejingga berkonsekwensi dibuang ke badan air atau lahan terbuka di Kota Bogor. Selanjutnya, kata dia, hampir semua usaha komersil membuang air limbah hasil kegiatannya tanpa diolah terlebih dahulu ke badan air.Oleh karena itu, kata Hari, program IPAL dan perpipaan air limbah bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang sehat bersanitasi dalam lingkungan yang lestari.
Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan secara bertahap meliputi DED pengembangan system Off-Site embrio di wilayah komersial Paledang meliputi DED jaringan perpipaan induk, DED jaringan pipa lateral dan household connection sambungan komersial dan DED IPAL sementara Paledang Kapasitas 3100m3/hari.
Selajutnya, kata Hari, DED pengembangan system Off-site Zona Tengah hingga tahun 2020 meliputi DED jaringan perpipaan induk sepanjang 25,4 km, DED IPAL Kayumanis tahap 1 untuk melayani household connection dan konsep disain jaringan pipa lateral.
Sementara itu Wakil Walikota Achmad Ru’yat ketika membuka sosialisasi mengatakan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang pekerjaan yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor mengenai DED IPAL dan jaringan perpipaan Air Limbah.
Diharapkan, masyarakat bisa mengetahui adanya kegiatan ini serta bisa pemahaminya sehingga dapat mendukung terhadap kelangsungan pembangunan DED IPAL dan jaringan perpipaan Air Limbah
Sosialisasi di ikuti, aparat wilayah termasuk para Camat, Lurah, Dinas Instansi terkait, tokoh masyarakat, LSM dan masyarakat peduli akan lingkungan
Terkini
Kotabogor
Legislatif
Serbaserbi
Nasional
Bogor
Politik
Hukum
Pendidikan
Sport
Ekonomi
About Unknown
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar: